Tuhan
malam minggu ini aku ingin menceritakan seseorang yang membuatku terjatuh,
tetapi dia juga bisa membuat ku bangkit dari keterpurukan tersebut. Tuhan,
sebenarnya dia hanya memberiku harapan palsu atau memang dia memberiku harapan
nyata ?!. aku tak bisa membaca jalan fikiran dia tuhan, aku ingin dia selalu
ada untukku disaat aku membutuhkan seseorang yang bisa mengerti kondisiku.
Tetapi tuhan, aku melihat para sahabatku sepertinya mereka sudah mengabaikan
semua pembicaraanku mengenai dia. Tuhan, aku bingung. Apa yang harus aku
lakukan saat ini, aku tidak bisa mengambil keputusan itu sendiri, aku
membutuhkan pencerahan darimu tuhan. Jika memang para sahabatku tidak menyukai
ini semua, tolong tuhan carikan pengganti dia untukku, yang jauh lebih baik
darinya. Setiap detik aku selalu memikirkan dia, tapi apa disana dia juga
memikirkanku tuhan ?
Saat
ini perasaanku seperti ditusuk tusuk oleh serpihan kaca yang dihancurkan oleh
sebuah pedang yang sangat tajam dan kejam. Tuhan mengapa harus ada pedang jika
akhirnya pedang tersebut bisa menimbulkan rasa sakit yang berkepanjangan ?
tuhan mengapa harus ada payung, jika akhirnya ketika hujan kita tetap basah
kuyup ? tuhan mengapa harus ada sepatu, jika akhirnya kaki kita tetap merasakan
panasnya jalan ? tuhan mengapa harus mempertemukan aku dengannya, jika akhirnya
kau pisahkan kami berdua ?. Tuhan, aku hanya ingin selalu bersamanya, aku ingin
bahagia bersamanya, aku ingin dia selalu ada disamping raga ini.
0 komentar:
Posting Komentar